Mangga Gladhen Bisnis

SentraClix DbClix

Pages

Jumat, 28 Mei 2010

grebeg mulud (sekaten)

Grebeg Mulud / Sekaten, Grebeg Mulud hampir sama dengan Grebeg Besar, bedanya adalah grebeg mulud fungsinya untuk memperingati kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Upacaranya biasanya dilaksanakan setiap tanggal 5 sampai dengan 12 bulan Jawa Mulud. Diawali dengan mengeluarkan Gamelan Sekaten dari Gedhong Pusaka, ditabuh di pelataran Masjid Agung, mengiring hajat dalem gunungan dan ditutup dengan dimasukanya lagi gamelan ke dalam keraton.

Grebeg Mulud melambangkan simbol syiar islam. Makna spiritual keagamaan terkandung dalam gamelan sekaten dan tabuhan gedhing-gendhingnya. Sekaten berasal dari kata syahadatain yang berarti percaya pada dua perkara, yaitu tentang adanya Allah (Syahadat tauhid) dan percaya bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah (Syahadat Rasul).

Gendhing-gendhing gamelan sekatan, Rambu dan Rangkung ditabuh secara bergantian selama seminggu di dalam Masjid Agung. Rambu berasal dari kata dalam bahasa arab yaitu Rabbuna, artinya Allah pangeranku. Rangkung berasal dari kata Roukun yang artinya Yang Agung. Prosesi iringan gunungan dilaksanakan pada saat grebeg besar.

0 komentar:

Poskan Komentar