Mangga Gladhen Bisnis

SentraClix DbClix

Pages

Selasa, 01 Februari 2011

Aliran-aliran dalam Hermeneutik

Aliran-aliran dalam Hermeneutik

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa hermeneutik adalah metode yang dianggap paling tua, namun metode hermeneutik baru mengalami perkembangan pada abad 19 melalui gagasan Schleiermacher, Dilthey, Gadamer, Habermas, Ricoeur, dan Derrida.

1. F.D.E Schleiermacher

Menurut Schleiermacher ada dua tugas hermenutik pada hakikatnya identik satu sama lain, yaitu interpretasi gramatikal dan interpretasi psikologis. Bahasa gramatikal merupakan syarat berpikir setiap orang, sedangkan aspek psikologis interpretasi memungkinkan seseorang menangkap “setitik cahaya” penulis. Penelitian Schleiermacher sebelumnya telah didahului oleh F.Ast dan F.Wolf.

2. Wilhelm Dilthey

Dalam penelitian hermeneutic Dilthey ini, dia hanya berhasil dalam memberi tekanan pada historisitas, tidak hanya pada manusia saja tetapi juga pada bahasa dan makna. Hermeneutiknya meliputi baik objek maupun subjek sejarah, peristiwa dan sejarawannya, interpreter dan apa yang diinterpretasikannya.

3. H.G Gadamer

Gadamer secara mendasar menegaskan bahwa persoalan hermeneutik bukanlah persoalan tentang metode dan tidak mengajarkan tentang metode yang digunakan dalam Geisteswissenschaften. Hermeneutik lebih merupakan usaha memahami dan menginterpretasi sebuah teks. Pemahaman pada dasarnya berkaitan dengan hubungan antara makna dalam sebuah teks, serta pemahaman tentang kenyataan yang kita perbincangkan. Pemikiran hermeneutika menurut Gadamer disamakan dengan konsep pengalaman. Pengalaman yang dimaksu adalah pengalaman seni. Penelitian Hermeneutika Gadamer ini melahirkan empat konsep pemikiran yaitu bildung, sensus communis, pertimbangan, serta taste dan selera.

4. Jurgen Habermas

Memahami dalam uraian Habermas pada dasarnya membutuhkan dialog, sebab proses memahami adalah proses kerja sama di mana pesertanya saling menghubungkan diri satu sama lain secara serentak di dunia kehidupan. Habermas dalam menghubungkan antara bahasa, pengalaman dan tindakan melalui empat jenis tindakan, yaitu : tindakan teleologis, tindakan normative, tindakan dramaturgic, dan tindakan komunikatif.

5. Jacques Derrida

Hermeneutik aliran Derrida ini dipengaruhi oleh dua aliran kefilsafatan yaitu aliran Fenomenologi dan aliran Strukturalis

0 komentar:

Poskan Komentar